Lapisan Tanah yang Cocok untuk Pertumbuhan Tanaman
Kata
Pengantar
Puji syukur
kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala limpahan Rahmat, Inayah, Taufik dan
Hinayahnya sehingga saya dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini dalam
bentuk maupun isinya yang sangat sederhana. Semoga makalah ini dapat
dipergunakan sebagai salah satu acuan, petunjuk maupun pedoman bagi pembaca
dalam administrasi pendidikan dalam profesi keguruan.
Harapan saya semoga
makalah ini membantu menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca,
sehingga saya dapat memperbaiki bentuk maupun isi makalah ini sehingga kedepannya
dapat lebih baik.
Makalah ini saya
akui masih banyak kekurangan karena pengalaman yang saya miliki sangat kurang.
Oleh kerena itu saya harapkan kepada para pembaca untuk memberikan
masukan-masukan yang bersifat membangun untuk kesempurnaan makalah ini.
Ngawi, 26 Februari 2018
Laraswati
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Dalam kehidupan
sehari-hari tanah tidak terlepas dari pandangan, sentuhan dan perhatian kita.
Kita melihatnya, menginjaknya, menggunakannya dan memperhatikannya. Kita
bergantung dari tanah dan sebaliknya tanah-tanah yang baik dan subur tergantung
dari cara kita menggunakannya.
Tanah merupakan
salah satu komponen abiotik pada permukaan bumi yang sangat penting bagi
makhluk hidup. Tanah menjadi sangat penting karena tanah menyediakan
unsur hara, seperti mineral, bahan organik, air dan udara bagi tumbuhan untuk
proses fotosintesis. Suatu tanah tersusun atas partikel-partikel tanah itu
sendiri. Perbandingan partikel-partikel tanah itu disebut dengan tekstur tanah.
Tekstur tanah lalu dibagi kembali menjadi 3, yaitu pasir, debu dan liat.
Tekstur-tekstur tanah tersebut memiliki ciri-ciri yang berbeda begitu juga
dengan tingkat kesuburannya. Dengan mengetahui telstur tanah, maka kita akan
menyadari bahwa sebenarnya tanah memiliki keragaman yang sangat penting bagi
kehidupan saat ini dan masa yang akan datang.
Ciri-ciri alam
sering kurang dimengerti. Bagi kita tanah merupakan salah satu ciri tersebut
yang ditemukan di mana saja dan kelihatannya selalu dekat dengan kita. Oleh
karena hal itu maka kita tidak berusaha menjawab pertanyaan apa itu
tanah,bagaimana struktur dan teksturnya serta apa saja komponen penyusunnya.
Mungkin kita tidak menyadari bahwa sebetulnya tanah di suatu tempat berbeda
dengan tanah di tempat lain. Dan barangkali sebagian besar dari kita tidak
mengetahui, apa yang menyebabkan adanya perbedaan tersebut.
Rumusan Masalah :
1
Apa
pengertian tanah?
2
Apa
saja lapisan penyusun tanah?
3
Tanaman
apa yang cocok untuk pertumbuhan?
4
Untuk
mengetahui apa itu tanah
5
Untuk
mengetahui lapisan-lapian penyusun tanah
6
Utuk
mengetahui tanaman yang cocok untu ditanam
7
Tinjauan
pustaka tentang kenakalan remaja dari literatur dan internet
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian
Tanah
1. Pendekatan
Geologi (Akhir Abad XIX)
Tanah adalah lapisan
permukaan bumi yang berasal dari bebatuan yang telah mengalami
serangkaian pelapukan oleh gaya-gaya alam, sehingga membentuk regolit(lapisan
partikel halus).
2. Pendekatan
Pedologi (Dokuchaev 1870)
Tanah adalah lapisan permukaan bumi yang
berasal dari material induk yang telah mengalami proses lanjut, karena
perubahan alami dibawah pengaruh air, udara, dan macam - macam organisme baik
yang masih hidup maupun yang telah mati. Tingkat perubahan terlihat pada
komposisi, struktur dan warna hasil pelapukan.
3. Lapisan Tanah
Keterangan:
O : Serasah /
sisa-sisa tanaman (Oi) dan bahan organik tanah (BOT) hasil dekomposisi serasah
(Oa)
A : Horison mineral
ber BOT tinggi sehingga berwarna agak gelap
E : Horison mineral
yang telah tereluviasi (tercuci) sehingga kadar (BOT, liat silikat, Fe dan Al)
rendah tetapi pasir dan debu kuarsa (seskuoksida) dan mineral resisten lainnya
tinggi, berwarna terang
B : Horison illuvial atau horison
tempat terakumulasinya bahan-bahan yang tercuci dari harison diatasnya
(akumulasi bahan eluvial).
C : Lapisan yang
bahan penyusunnya masih sama dengan bahan induk (R) atau belum terjadi perubahan
R : Bahan Induk
tanah
D.
Komponen Tanah
4 komponen penyusun tanah :
1. Bahan Padatan berupa bahan
mineral
2. Bahan Padatan berupa bahan
organik
3. Air
4. Udara
Bahan tanah tersebut rata-rata 50% bahan
padatan (45% bahan mineral dan 5% bahan organik), 25% air dan 25% udara.
Keempat
penyusun saling keterkaitan sehingga sukar dipisahkan satu sama lain. Susunan
isi lapisan bawah dapat diduga akan berbeda dari lapisan olah. Dibandingkan
dengan lapisan olah, lapisan bawah mengandung lebih sedikit bahan organik dan
berpersentasi pori kecil lebih tinggi. Ini berarti mengandung lebih banyak
mineral dan air.
Secara umum lapisan tanah terbagi menjadi 4
tingkatan meliputi:
Merupakan lapisan
yang terletak hingga kedalaman 30 cm, sering disebut dengan istilah Top Soil.
Pada lapisan ini kaya dengan bahan bahan organik, humus dan menjadikannya
sebagai lapisan paling subur sehingga sangat cocok untuk pertumbuhan tanaman
berakar pendek. Cara paling mudah untuk mengenali top soil adalah warnanya yang
cenderung paling gelap dibandingkan lapisan dibawahnya, terlihat lebih gembur
dan semua mikroorganisme hidup pada lapisan ini sehingga memungkinkan
terjadinya proses pelapukan daun, sisa batang dan bagian makhluk hidup lainnya.
2. Lapisan Tanah Tengah
Terletak tepat
dibagian bawah dari top soil dengan ketebalan antara 50 cm hingga 1 meter.
Berwarna lebih cerah daripada lapisan diatasnya dan lapisan ini terbentuk dari
campuran pelapukan yang terletak di lapisan bawah dengan sisa material top
soil yang terbawa air, mengendap sehingga bersifat lebih padat dan sering
disebut dengan tanah liat.
3. Lapisan Tanah Bawah
Merupakan lapisan
yang mengandung batuan yang mulai melapuk dan sudah tercampur dengan tanah
endapan pada lapisan diatasnya atau tanah liat. Pada bagian ini masih terdapat
batuan yang belum melapuk dan sebagian sudah dalam proses pelapukan dari jenis
batuan itu sendiri dan berwarna sama dengan batuan penyusunnya atau asalnya.
Berada cukup dalam dan jarang dapat ditembus oleh akar akar pohon atau tanaman.
4. Lapisan Batuan Induk
Merupakan lapisan
terdalam yang terdiri atas batuan padat. Jenis batuan pada lapisan ini berbeda
antara satu daerah dengan tempat lainnya sehingga menyebabkan produk tanah yang
dihasilkan juga berbeda. Batuan pada lapisan ini mudah pecah namun sangat sulit
ditembus oleh akar tanaman dan air, berwarna terang putih kelabu hingga
kemerahan. Lapisan batuan induk ini dapat dengan mudah terlihat pada dinding
tebing terjal daerah pengunungan.
Kesimpulan :
Ø Lapisan tanah yang
cocok utuk pertumbuhan dari uraian diatas yaitu; LAPISAN TANAH ATAS (HUMUS)
Tanah yang cocok
untuk pertumbuan tanama adalah tanah yang berada di daerah lembah. Tanah yang
cocok ini biaanya lebih gembur karena pelapukan alam dan akibat telah
dikerjakan orang. Lapisan ini tertutup oleh tumbuhan. Warna lapisan tanah
subur disebabkan oleh bunga tanah. Buga tanah ini terjadi dari sisa-sisa
tumbuhan dan hewan yang telah mati, dan membusuk didalam lapisan tanah. Lapisan
O, merupakan lapisan paling atas yang didominasi oleh bahan organik. Sebagian
besar lapisan O terdiri humus atau bahan yang terdekomposisi. Tebal lapisan ini
sekitar 5 cm. Humus biasanya berwarna gelap dan dijumpai terutama pada lapisan
tanah atas sehingga tidak stabil terutama apabila terjadi perubahan regim suhu, kelembapan dan aerasi. Humus
bersifat koloidal seperti liat
tetapi amorfous, luas permukaan dan daya jerap jauh melebihi
liat dengan kapasitas tukar kation 150-300 me/100 g, liat hanya 8-100 me/100 g. Humus
mempunyai kemampuan meningkatkan unsur hara tersedia seperti Ca, Mg, dan K, humus juga
merupakan sumber energi jasad mikro serta memberikan warna gelap pada
tanah.
Saran :
Menyadari bahwa
penulis masih jauh dari kata sempurna, kedepannya penulis akan lebih fokus dan
details dalam menjelaskan tentang makalah di atas dengan sumber – sumber yang
lebih banyak yang tentunga dapat di pertanggung jawabkan.
Untuk saran bisa berisi kritik atau saran terhadap penulisan juga
bisa untuk menanggapi terhadap kesimpulan dari bahasan makalah yang telah di
jelaskan.
BAB III
PENUTUP
Demikianlah yang dapat kami
sampaikan mengenai materi yang menjadi bahasan dalam makalah ini, tentunya
banyak kekurangan dan kelemahan kerena terbatasnya pengetahuan kurangnya
rujukan atau referensi yang kami peroleh hubungannya dengan makalah ini Penulis
banyak berharap kepada para pembaca yang budiman memberikan kritik saran yang
membangun kepada kami demi sempurnanya makalah ini. Semoga makalah ini dapat
bermanfaat bagi penulis para pembaca khusus pada penulis.
Komentar